kursus bikin tas

Kursus dan Pelatihan Membuat Tas

Didesain untuk calon pelaku wirausaha pembuatan tas wanita dan pria dengan berbagai material.

kursus sepatu dan tas

Kursus Pelatihan Produk Kulit

Peserta akan dibimbing untuk membuat tas kulit, sepatu, dompet, dan produk dengan material kulit lainnya.

kursus buat fiber

Kursus Pelatihan Fiberglass Resin

Belajar membuat cetakan, patung, souvenir, modifikasi aksesoris motor, dan produk fiberglass resin lainnya.

kursus belajar batik

Kursus Pelatihan Batik

Belajar teknik dan proses produksi batik tulis dan cap, pewarnaan, motif dan desain.

kursus ketrampilan wira usaha

Kursus Pelatihan Ketrampilan Wira USaha

Pelatihan Instalasi Listrik, Service AC, Servis Laptop, Kursus Reklame, Tatah Uir, dan masih banyak lagi .

kursus wira usaha

Selamat datang di Sanggar Berani Usaha.

Sanggar Berani Usaha adalah kelompok kerja yang di-inisiasi dan dioperasikan oleh beberapa pendidik dan pelaku wira usaha yang peduli terhadap dunia kewirausahaan di tanah air, khususnya di Yogyakarta. Dengan wujud nyata kepedulian berupa penyediaan program kursus dan pelatihan ketrampilan wira usaha bersifat praktis dan siap pakai, Sanggar Berani Usaha selalu mendorong setiap individu untuk terjun dan berani memulai wira usaha sebagai pilihan profesi yang mampu mensejahterakan. Bekerjasama dengan individu, kelompok dan instansi yang berkompeten, Sanggar Berani Usaha berusaha untuk menghapus stereotip wira usaha sebagai kerja sampingan.
Semakin banyak pelaku wira usaha di sebuah negara, maka semakin maju perekonomian negara tersebut dan rakyatnya semakin merdeka.

26 April 2013

Kursus Pelatihan Sepatu Sandal

Kursus Pelatihan Sepatu Sandal
Kursus Pelatihan Sepatu Sandal


Bahwa sepatu dan sandal merupakan kebutuhan yang tidak terpisahkan dari manusia adalah benar, namun membuat produk sepatu dan sandal untuk kebutuhan pasar dalam jumlah besar, bukanlah tujuan utama yang kita rancang. Kursus sepatu sandal yang kami selenggarakan lebih ditekankan pada membuat sepatu untuk keperluan khusus dan membuat sandal dengan tekanan pada menonjolkan kreatifitas.

Banyak institusi, kelompok atau individu dengan kebutuhan sepatu atau sandal khusus semisal hotel, rumahsakit, kelompok musik, artis penyanyi, orang-orang dengan ukuran sepatu super besar, desainer, ataupun individu yang lebih suka memesan sepatu daripada membeli. Juga banyak yang ingin berkreasi membuat sandal dan sepatu dengan ciri khas tersendiri.

Sepatu dan sandal bisa dibuat menggunakan banyak bahan semisal kulit, kain, anyaman, karet dan lain-lain.

Bagi anda yang ingin terlibat lebih jauh untuk menekuni bidang usaha ini, persiapkan dengan memiliki pengetahuan dan cara membuat sepatu dan sandal. Lihat detil  kursus pelatihan sepatu sandal yang kami selenggarakan.

Kursus Pelatihan Buat / Jahit Tas

Kursus pelatihan buat dan jahit tas
Kursus pelatihan buat dan jahit tas


Kursus Pelatihan membuat dan menjahit tas akan menjadi bekal yang sangat bermanfaat bagi Anda yang ingin memulai usaha di bidang pembuatan tas. Usaha pembuatan tas merupakan jenis usaha yang sangat menjanjikan. Mengapa? Pernahkah anda  menyaksikan seseorang, khususnya seorang wanita keluar rumah tanpa membawa tas bersamanya? Hampir mustahil karena tas kini sudah menjadi aksesoris yang tak terpisahkan dari setiap orang. Tas sudah menjadi fashion, gaya hidup bahkan kebutuhan hidup yang tak terpisahkan. Belum lagi kita bicara tas sekolah, tas alat musik, tas laptop, tas kerja, tas souvenir, tas travel dan banyak tas yang lain, yang pemakainya tak cuma para wanita. Bahkan, untuk beribadah pun kini dibutuhkan tas.

Semua jenis tas laku keras dipasaran, entah itu tas fashion wanita terbuat dari kulit, kain, batik, rajut dan anyaman, juga tas pria dari kain, kulit, kanvas, ataupun vinyl. Belum lagi bicara tas sekolah, tas mahasiswa juga tas yang masuk dalam kategori softcase seperti untuk laptop, alat musik dan tas sepeda dan masih banyak lagi. Tak ketinggalan tas untuk keperluan khusus seperti goody bag ulang tahun, tas souvenir, tas seminar dan lain-lain. Dari cara membawa, ada jenis Tas tenteng, tas selempang, tas ransel punggung, tas roda dan lain-lain.

Dari sisi peluang usaha, permintaan kebutuhan (demand) tas tidak akan berhenti. Pembuat tas tidak akan pernah kehabisan pembeli sejauh pengusaha pembuat tas memiliki wawasan dan ketrampilan yang memadai untuk menangkap peluang usaha tas yang dibutuhkan dan diminati oleh pasar.

Karena permintaan tinggi, maka upaya memasarkan tas pun tidak akan menemui kesulitan apabila kita jeli menangkap peluang,  bekerja keras dan tahu caranya.

Modal pertama yang harus dimiliki tentu adalah ketrampilan membuat atau menjahit tas. Apabila ketrampilan yang satu ini dikuasai, maka peluang usaha bagus terbuka di depan anda. Tak banyak lembaga kursus dan pelatihan atau individu yang bisa memberikan ilmu membuat tas, khususnya membuat tas untuk keperluan produksi tas sekelas home industri, seperti produksi tas fashion kain, tas batik, tas kulit dan tas anyaman/rajut. Hanya dibimbing oleh tentor dan instruktur yang telah berpengalaman di bidangnya, yang juga pelaku usaha tas dan terbiasa bekerja dengan para desainer tas fashion, maka kursus ketrampilan dan pelatihan membuat dan menjahit tas akan menjadi bekal ilmu berharga dan kelak berguna bagi Anda.

Apabila Anda salah satu dari calon wira usaha yang berminat, silahkan pelajari detil kursus tas untuk mengetahui rincian program secara lebih rinci.

25 April 2013

Kontribusi dan Peluang bagi Wirausaha

kontribusi dan peluang wira usaha
Made in Indonesia. Peluang bagi wira usaha sekaligus kontribusi bagi perekonomian tanah air


Sebenarnya keinginan dan semangat wira usaha itu sudah ada di banyak masyarakat kita. Daya beli masyarakat kita sebenarnya juga tinggi. Banyak peluang usaha yang muncul yang bisa digarap dari kondisi yang ada.  Di satu sisi, peluang kerja formal semakin sedikit, ini akan menjadi peluang bagi wira usaha.

Ketika negeri ini memasuki perdagangan bebas dunia dan totally ikut arus liberalisasi dunia, maka untuk menjadi bangsa yang berdaulat dan selamat dari serangan ekonomi asing, mau tidak mau  sektor perdagangan dan industri dalam negeri harus diperkuat. Kita harus ciptakan sendiri, beli dari kita sendiri dan juga jual ke orang asing. Kita harus mempertebal identitas bangsa sendiri dengan menciptakan produk berkarakter bangsa sendiri.

Pemerintah menyadari dan mendorong setiap warganya untuk terjun di bidang wirausaha dengan membentuk kementrian khusus dan memberikan kemudahan di bidang permodalan dan regulasi. Ketika krisis ekonomi dunia mendera berapa tahun belakangan, terbukti sektor wira usaha, khususnya Usaha kecil dan menengah (UMKM) yang telah menyelamatkan perekonomian negeri ini.

Otoritas pendidikan, tempatnya orang pintar berada, dan sebagai pencetak angkatan kerja  memahami kondisi itu dan sudah memasukan kurikulum wirausaha disetiap programnya, bahkan beberapa perguruan tinggi memberikan fasilitas kredit permodalan dan mensyaratkan PKL bagi mahasiswanya. Tujuannya? Mendorong para lulusan perguruan tinggi untuk menjadi pelaku usaha.

Berani usaha dengan terjun di bidang wira usaha akan menjadi solusi positif dengan cara  menangkap setiap peluang usaha yang muncul dari kondisi real yang ada di masyarakat. Mengikuti kursus pelatihan ketrampilan usaha yang disesuaikan dengan kebutuhan real dunia usaha adalah bekal berharga untuk memulainya.

Menangkap Peluang Usaha

menangkap peluang usaha
70 ribu mobil dikapalkan ke Indonesia. Apa hubungannya dengan menangkap peluang usaha? 


Menangkap peluang usaha yang muncul dari kondisi real masyarakat dan membekali dengan ketrampilan usaha yang relevan dengan kebutuhan real akan menjadi peluang yang baik untuk memulai wira usaha.

Beberapa fenomena muncul belakangan ini, sebagian orang dari golongan berduit ingin bergerak dibidang wira usaha lebih memilih cara mudah dengan membeli franchise berbagai usaha dan kini menjamur jaringan retail, rumah makan, farmasi dan usaha franchise yang lain di pelosok negeri. Di tempat lain, banyak orang berduit kena tipu investasi bodong karena tak mengerti bagaimana harus menginvestasikan dananya sementara bank sudah tidak lagi memberi keuntungan yang menarik. Di satu sisi, pencari kerja yang semuanya pemegang gelar sarjana terlihat berdesak-desakan di acara jobfair hingga terjadi banyak yang pingsan, buruh demo berteriak menuntut kenaikan upah yang katanya untuk makan saja tidak cukup, dan yang nggegirisi, fenomena munculnya preman karena ketiadaan pekerjaan.

Makin sedih, bangsa ini dengan penduduk 250 juta adalah pasar besar menggairahkan dan sasaran empuk produsen barang konsumsi dari luar negeri. Mobil berharga berapapun ludes, produk fashion branded laris manis, produk elektronik canggih dimiliki hampir setiap orang, gerai-gerai makanan dan minuman luar negeri di mall selalu penuh meski tak cocok-cocok amat dengan lidah orang-orang kita, tempat wisata juga hotel dan kursi pesawat terbang selalu penuh dengan turis domestik saat liburan,  tempat hiburan selalu penuh setiap malam.

Lalu apa benang merahnya? bisakah menjadi daftar panjang peluang usaha? coba lihat disini

Kursus dan Pelatihan Ketrampilan Usaha

Suasana antrian pencari kerja_Kursus Ketrampilan Wira Usaha
Suasana antrian pencari kerja di salah satu perguruan tinggi. Kursus Ketrampilan Wira Usaha bisa berperan membantu mengurangi fenomena seperti ini

Pengadaan Kursus dan pelatihan ketrampilan wira usaha oleh Sanggar Berani Usaha dilatarbelakangi oleh kondisi real kurangnya daya tampung lapangan kerja apabila dibandingkan dengan jumlah angkatan kerja yang tersedia, menyebabkan banyak individu dalam usia produktif tetap bertahan dan mati suri dalam golongan 'pencari kerja'. Secara intelektual dan kreatifitas mereka mampu ( bangsa kita adalah salah satu bangsa paling kreatif di dunia), pemerintah juga tak henti-henti mendorong mereka menjadi pelaku wira usaha melalui berbagai stimulus di berbagai bidang, bahkan kini hampir semua perguruan tinggi mewajibkan mata kuliah  kewirausahaan dalam kurikulum mereka. Namun, jumlah pelaku sektor wira usaha  tetap tak beranjak dari angka 1%. Padahal, menurut para pakar, dengan jumlah pelaku wira usaha pada kisaran angka 4% dari total penduduk, maka sudah makmur negeri ini.

Berdasar pengamatan, masih tingginya keengganan (baca: ketidakberanian) angkatan kerja untuk memulai usaha secara mandiri disinyalir muncul karena beberapa hal:

1. Pengetahuan yang tidak memadai, termasuk dalam golongan ini adalah ketiadaan ketrampilan yang menunjang untuk terjun di bidang wirausaha. Faktor latarbelakang pendidikan formal yang bersifat umum dan setengah-setengah menjadi alasan yang mendasari banyaknya fenomena ini.

2. Ketakutan modal. Alasan klasik dan kekhawatiran yang selalu muncul. Disatu sisi banyak pelaku wira usaha sukses yang berangkat dengan modal dengkul. Modal sangat penting bagi wira usaha, namun bukan yang utama. Kemauan dan rajin membaca peluang adalah lebih penting. Banyak pihak yang akan membantu apabila kemauan dan peluang usaha berhasil didapatkan.

3. Stereotip Wira usaha adalah kerja sampingan. Berkarya sebagai pelaku wira usaha adalah kerja tidak pasti dan tidak menjamin masa depan. Sebuah pandangan yang muncul pada tipikal bangsa terjajah. Nenek moyang kita mewariskan golongan bangsa pejuang dan pekerja keras. Banyak sudah contoh pelaku wira usaha yang sukses yang berhasil membuktikan bahwa wirausaha adalah sebuah profesi mensejahterakan dengan cara bekerja keras, membekali diri dengan ketrampilan yang dibutuhkan dan mengelola setiap peluang yang muncul dengan sungguh-sungguh.

Kursus dan Pelatihan ketrampilan wirausaha adalah salah satu pilihan yang dapat membantu anda untuk membuka wawasan, dan  memulai usaha dengan bekal ketrampilan untuk menangkap peluang usaha yang ada.